Halaman Utama > Produk > Pabrik Pirolisis Ban Bekas>Pirolis berkelanjutan terhadap plastik dan ban bekas
Pirolis berkelanjutan terhadap plastik dan ban bekas

Ban bekas/plastik bekas
Plastik memang mudah digunakan oleh pengguna, tetapi tidak ramah lingkungan karena tidak dapat terurai secara alami. Umumnya, limbah tersebut dibuang dengan cara pengisian tanah atau pembakaran terhadap bahan-bahan yang berbahaya. Sifat pengikatan yang lebih baik pada plastik dalam keadaan cair telah membantu ditemukannya metode pembuangan limbah plastik yang aman, yaitu dengan memanfaatkannya dalam pembangunan jalan raya.
Hanya di Uni Eropa, Amerika Serikat, dan Jepang, sekitar 6 juta ton ban bekas diproduksi setiap tahunnya. Jumlah besar ban bekas yang saat ini dihasilkan di dunia pasti akan semakin meningkat di masa depan seiring dengan pertumbuhan industri otomotif yang terkait dengannya. Pengelolaan ban bekas menjadi masalah lingkungan yang serius. Akumulasi ban bekas yang dibuang menyebabkan polusi lingkungan. Sebagian besar ban bekas tersebut langsung dibuang di tempat-tempat tertentu, dan hal ini menimbulkan berbagai bahaya, seperti penyakit serta kebakaran yang tidak terduga. Karet tidak dapat terurai secara biologis, dan fakta ini menimbulkan masalah dalam penanganan limbahnya. Dampak limbah karet terhadap lingkungan dapat diminimalkan dengan melakukan daur ulang yang mencakup pemulihan bahan atau energi. Namun, selama proses pemrosesan dan pembentukan, bahan karet tersebut mengalami proses pengikatan silang, sehingga tidak dapat lagi dilunakkan dan dibentuk ulang hanya dengan pemanasan saja. Selama bertahun-tahun, pembuangan limbah ke tempat pembuangan sampah merupakan cara utama dan praktis untuk menangani masalah ban bekas. Namun, penggunaan tempat pembuangan sampah sebagai metode pembuangan ban semakin berkurang. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa ban tidak mudah terurai di tempat pembuangan sampah, memiliki ukuran yang besar sehingga memakan ruang yang berharga, dan juga menghambat proses pemadatan limbah.
Hanya di Uni Eropa, Amerika Serikat, dan Jepang, sekitar 6 juta ton ban bekas diproduksi setiap tahunnya. Jumlah besar ban bekas yang saat ini dihasilkan di dunia pasti akan semakin meningkat di masa depan seiring dengan pertumbuhan industri otomotif yang terkait dengannya. Pengelolaan ban bekas menjadi masalah lingkungan yang serius. Akumulasi ban bekas yang dibuang menyebabkan polusi lingkungan. Sebagian besar ban bekas tersebut langsung dibuang di tempat-tempat tertentu, dan hal ini menimbulkan berbagai bahaya, seperti penyakit serta kebakaran yang tidak terduga. Karet tidak dapat terurai secara biologis, dan fakta ini menimbulkan masalah dalam penanganan limbahnya. Dampak limbah karet terhadap lingkungan dapat diminimalkan dengan melakukan daur ulang yang mencakup pemulihan bahan atau energi. Namun, selama proses pemrosesan dan pembentukan, bahan karet tersebut mengalami proses pengikatan silang, sehingga tidak dapat lagi dilunakkan dan dibentuk ulang hanya dengan pemanasan saja. Selama bertahun-tahun, pembuangan limbah ke tempat pembuangan sampah merupakan cara utama dan praktis untuk menangani masalah ban bekas. Namun, penggunaan tempat pembuangan sampah sebagai metode pembuangan ban semakin berkurang. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa ban tidak mudah terurai di tempat pembuangan sampah, memiliki ukuran yang besar sehingga memakan ruang yang berharga, dan juga menghambat proses pemadatan limbah.


Gambar 3D proses pirolisis berkelanjutan terhadap plastik dan ban bekas
Perusahaan HennanDoing mengembangkan teknologi pirolisis berkelanjutan untuk plastik dan ban bekas. Pabrik pirolisis ini mampu mengubah plastik bekas menjadi minyak bakar dan karbon hitam. Minyak bakar yang dihasilkan dapat digunakan di pabrik kaca, pabrik semen, pabrik batu bata, dan sebagainya.
Data teknis proses pirolisis berkelanjutan terhadap plastik dan ban bekas
| Tidak. | Barang | Spesifikasi | ||||||
| 1 | Model | DY-C-10 | DY-C-20 | DY-C-30 | DY-C-50 | DY-C-60 | DY-C-80 | DY-C-100 |
| 2 | Kapasitas | 10T/D | 20T/D | 30T/D | 50T/D | 60T/D | 80T/D | 100T/D |
| 3 | Kekuatan | 35Kw | 50Kw | 65Kw | 80Kw | 90Kw | 105Kw | 120Kw |
| 4 | Jenis pekerjaan | Berkelanjutan | ||||||
| 5 | Desain reaktor | Reaktor-reaktor tersebut memiliki jumlah dan ukuran yang bervariasi, tergantung pada kondisi bahan baku yang digunakan | ||||||
| 6 | Berputar | Rotasi internal | ||||||
| 7 | Sistem pendinginan | Pendinginan limbah yang telah didaur ulang | ||||||
| 8 | Bahan reaktor | Baja pelat untuk ketel tipe Q245R/Q345R | ||||||
| 9 | Metode pemanasan | Sistem pemanasan udara panas yang tidak langsung terlibat dalam proses reaksi kimia | ||||||
| 10 | Bahan bakar pemanas | Minyak bakar/gas | ||||||
| 11 | Bahan baku | Ban bekas, plastik, atau karet yang tidak terpakai | ||||||
| 12 | Baik | Minyak bakar, karbon hitam | ||||||
Produk akhir dari proses pirolisis berkelanjutan terhadap plastik dan ban bekas

Penggunaan minyak bakar
Minta Informasi
Kirimkan pertanyaan Anda untuk informasi lebih lanjut