Apa penggunaan minyak hasil pirolisis ban?

Pabrik Pirolisis Ban Bekas dan Plastik / Tanggal: 19 Juli 2017

Penggunaan minyak hasil pirolisis ban
Pabrik minyak hasil pirolisis ban
Di seluruh dunia, berbagai upaya dilakukan untuk menggantikan bahan bakar bensin dan diesel akibat dampak krisis bahan bakar fosil, kenaikan harga minyak, serta norma-norma emisi yang semakin ketat. Jutaan dolar diinvestasikan untuk pencarian bahan bakar alternatif. Di sisi lain, penanganan ban bekas dari kendaraan bermotor semakin menjadi hal yang kompleks.

 Pengolahan limbah menjadi energi merupakan tren terkini dalam pemilihan bahan bakar alternatif. Bahan bakar seperti alkohol, biodiesel, dan bahan bakar cair yang dihasilkan dari plastik merupakan beberapa contoh bahan bakar alternatif untuk mesin pembakaran dalam. Untuk mencegah limbah karet, terutama ban mobil yang sudah tidak terpakai, dari merusak lingkungan, sangat penting untuk mendaur ulang bahan tersebut dengan cara yang bermanfaat. Namun, jumlah total ban yang saat ini didaur ulang dalam suatu tahun tertentu (tidak termasuk penggunaan kembali, perbaikan kondisi ban, atau pembakaran) kurang dari 7% dari tingkat produksi ban tahunan di seluruh dunia.
Minyak hasil pirolisis ban
Penerapan minyak hasil pirolisis ban
Penggunaan minyak hasil pirolisis ban sebagai pengganti bahan bakar diesel merupakan sebuah peluang untuk meminimalkan penggunaan sumber daya alam. Beberapa penelitian telah dilakukan mengenai proses pirolisis ban mobil bekas. Pirolisis adalah proses penguraian suatu zat secara termal menjadi molekul-molekul yang lebih kecil dan sederhana. Proses pirolisis menghasilkan tiga produk utama, yaitu minyak hasil pirolisis, gas, dan arang. Kualitas dan kuantitas produk-produk ini bergantung pada suhu reaktor serta desainnya. Dalam proses pirolisis, rantai hidrokarbon yang lebih panjang akan terurai pada suhu tertentu dalam kondisi tanpa oksigen. Produk akhir yang dihasilkan umumnya berupa zat padat, zat cair, dan gas. Jika suhu dipertahankan pada 550 ºC, produk utamanya akan berbentuk cairan, yang dapat merupakan campuran berbagai hidrokarbon, tergantung pada komposisi awal bahan limbah tersebut. Pada suhu di atas 700 ºC, gas menjadi produk utama akibat terjadinya proses pemecahan lebih lanjut pada zat cair tersebut. Gas ini pada dasarnya tersusun dari CH4, serta senyawa hidrokarbon gas lainnya seperti C2H6, C2H4, dan C2H2, namun dalam jumlah yang lebih kecil. Kualitas dan kuantitas produk-produk ini bergantung pada suhu reaktor serta desainnya. Dalam penelitian ini, minyak hasil pirolisis dari ban bekas diperoleh melalui proses pirolisis vakum. Meskipun karbon hitam padat dan gas hasil proses pirolisis juga dapat diperoleh, proses pirolisis jauh lebih dominan dalam menghasilkan bahan cair. Minyak hasil pirolisis ban dapat digunakan dalam mesin diesel


Permintaan Informasi

Kirimkan pertanyaan Anda untuk informasi lebih lanjut

Data dilindungi dengan metode enkripsi.

Tinggalkan pesan