
Pabrik pirolisis ban/plastik menghasilkan minyak hasil pirolisis ban dan minyak plastik
Plastik bekas yang digunakan dalam proses pirolisis perlu dipisahkan dan dibersihkan terlebih dahulu. Polietilen (PE) dan polipropilen (PP), yang merupakan komponen utama plastik dalam limbah padat perkotaan, digunakan dalam proses tersebut untuk mencegah kontaminasi minyak oleh klorin.

Minyak hasil pirolisis ban
Minyak hasil pirolisis plastik yang digunakan dalam penelitian ini diproses pada suhu 300–500 °C dan tekanan atmosfer selama 3 jam. Secara berat, komposisi produk hasil proses pirolisis ini terdiri dari 60–80% minyak hasil pirolisis, 5–10% sisa residu, dan sisanya berupa gas hasil pirolisis. Pirolisis merupakan serangkaian reaksi kimia dan termal yang kompleks, yang bertujuan untuk menguraikan atau mendepolimerisasi bahan organik dalam kondisi tanpa oksigen. Produk hasil proses pirolisis meliputi minyak, gas, dan arang.

Penggunaan oli pada ban/plastik
Produk minyak hasil proses pirolisis dalam penelitian ini berasal dari ban dan plastik, yang memiliki sifat fisik serta sifat kimia yang berbeda. Minyak hasil pirolisis ban berbentuk cairan kental berwarna gelap, sedangkan minyak hasil pirolisis plastik pada suhu 30°C (suhu ruangan) juga berbentuk cairan kental berwarna gelap, mirip dengan minyak lemak. Kedua jenis minyak ini memiliki bau yang kuat karena mengandung banyak zat aromatik. Karena penelitian ini membandingkan penggunaan minyak hasil proses pirolisis pada mesin diesel, maka minyak pirolisis yang dihasilkan merupakan campuran senyawa karbon dengan rentang ukuran molekul C5 hingga C20 untuk minyak pirolisis ban, dan C10 hingga C30 untuk minyak pirolisis plastik.